Anak Rumahan Bukan Murahan #31

0
47
views
Anak rumahan bukan murahan

Gina memegang jidatnya yang ditoyor Rio dan memanyunkan bibirnya membuat Rio menjadi gemes melihat bibir mungil itu.

“Panggi Kak Rio atau nggak Rio saja gitu,” pinta Rio. Gina melengos lalu menangguk.

“Iya Kak Rio,” sebut Gina. Lagi-lagi Rio tersenyum puas.

‘Huh, nyebelin,” gerutu Gina dalam hati.

Warna jingga di ufuk timur semakin temaram Gina pun meminta Rio untuk segera mengantarnya pulang karena dia mulai panik membayangkan orangtuanya yang akan marah. Rio menangguk paham dan segera mengantarnya.

~

Di kamar Rio sedang enaknya menikmati suasana malam sambil memandangi bintang-bintang yang berserakan di atas langit. Selaras sekali dengan hatinya yang bahagia. Tiba-tiba ada seorang paruh baya memasuki kamar Rio tanpa sepengetahuannya.

Wanita paruh baya itu menghempas pelan bokongnya di kasur king size kemudian meletakan tangannya di bahu Rio. Rio menoleh sejenak kemudian kembali memandang langit.

“Rio, umur sudah bertambah tua tapi kok masih betah saja menjomblo,” ucap Surti memecah keheningan.

Rio memutar bola mata malas lagi dan lagi Bundanya selalu mempermasalahkan umur dan kapan menikah.

“Sabar Bun, ntar juga ketemu kok,” jawab Rio seadanya.

“Kamu itu ya, cepat-cepatlah cari istri. biar Bunda bisa nimang cucu kayak teman Bunda lainnya.”

“Aduh, Bun-Bun. Cari cewek yang bisa nerima Rio apa adanya itu susah Bun, apalagi zaman sekarang ini. banyak cewek yang PHP,” tutur Rio tepak jidat.

“Ah, sudahlah terserah kamu yang penting kamu harus cepat punya istri.” Setelah berujar seperti itu Surti melenggang pergi.

“Bunda, mikirnya pakai apa ya. kok ngomongnya pedas amat. memang cari istri kayak nyari sayuran apah,” gerutu Rio memijat pelipisnya.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here