Anak Rumahan Bukan Murahan #26

0
123
views
Anak rumahan bukan murahan

Setelah berdiam diri Gina menepis kasar tangan Bayu. Namun, cengkalannya cukup kuat sehingga Gina tidak mampu melepaskannya.

“Lepaskan!” pinta Gina tanpa menoleh sedikit pun.

“Nggak akan aku lepas sebelum kamu mau menemaniku ke kantin,” sergah Bayu.

“Kamu budek atau apa sih ke kantin saja minta di temanin, kan kamu bisa minta temanin sama yang lain, kenapa harus aku coba,” umpat Gina.

Bayu tersenyum miring kemudian menggengam jari Gina dan berlutut di hadapan Gina. Gina menatap malas ke arah Bayu karena bukan sekali atau dua kali bahkan berkali-kali Gina mendapat ungkapan rasa Bayu terhadapnya. Gina bergeming, dia jadi bingung antara marah atau harus melunak. Karena Gina tidak mempunyai rasa apapun terhadap Bayu.

‘Huh, dasar Gina, percuma jadi anak rumahan kalau di luar rumah saja dia main pegang-pegangan,’ cemooh Aurel melipat tangan di dada.

“Kalo cuma mau ungkap rasa gitu doang mah nggak usah pake adegan pegang-pegangan juga kali,” cerca Gina menarik cepat tangannya ketika Bayu merenggang genggamannya.

“Pak, tunggu!”

Gina bergegas pergi dan menghampiri Rio yang hendak menuju perpustakaan.

“Ke perpus ya Pak?” tanya Gina mensejajarkan langkahnya.

“Sudah tahu kok nanya,” desis Rio.

Gina mangut-mangut, tanpa mengeluar sepatah kata pun dia melenggang pergi meninggalkan Rio. Rio menggaruk kepala yang tidak gatal. Aneh.

“Kenapa kamu Bay, kok keliatan sedih gitu?” tanya Aurel ketus.

Bayu menunduk kemudian menatap sendu ke arah Aurel.

“Bukan urusanmu,” balas Bayu tidak kalah ketus langsung meninggalkan Aurel yang terpaku.

“Huh, dasar, semuanya pada nyebalin dan pada dekat sama Gina, sebenarnya apa sih kelebihan tuh anak, cuma anak rumahan doang juga,” cerca Aurel menaikkan bibir atasnya alias manyun.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here