Anak Gunung #31

0
260
views

Yudis menatap kepulan asap yang membumbung tinggi keangkasa . Hitam pekat sepekat hatinya. Ingin rasanya juga ikut terbakar bersama dalam kobaran api itu. Yudis memungut paksa bad cover diranjang miliknya dan membawanya ketempat pembakaran sampah. Kemudian menyulutnya dengan korek api.

Pandangannya kosong, matanya sembab. Aku tak perduli dengan ucapan orang lelaki tak boleh cengeng. Bodo amat ingin rasanya menjerit jerit jika tidak malu pada tetangga.

Yudis merasa dirinya teramat kotor. Jika tak istigfar ingin juga membakar seluruh benda yang pernah di pegang perempuan binal itu. Termasuk membakar tubuhnya sendiri. Berulang kali menggosok tubuhnya ketika mandi ingin menghilangkan najis yang menempel ditubuhnya .

*****

“Assalamu alaikum, kakak bakar apa ..?” tanya Ayu yang baru datang. Heran melihat Yudis yang rajin membakar sampah.

“Eh..oh ..ini bakar sampah sudah penuh. Ayu mengagetkan saja…” Yudis asyik menyalakan bakarannya yang hampir padam. Tanpa menoleh kepada istrinya.

Sayang tak sanggup aku menatap wajahmu. Tak sanggup aku menatap matamu.

“Kakak lupa jawab salam loh..Ayu pergi ke kamar dulu ganti baju..”

Kamar. Rasanya jantung Yudis loncat ditempatnya mendengar kata kamar disebut. Tuhan. Maafkan aku Ayu. Lagi bulir bening mengalir dikedua matanya.

*****

Ayu bingung melihat kasurnya tanpa bed cover. Kemana pergi tuh bed cover. Kemarin siang sebelum pergi takziah baru diganti.

” Kak, Kakak copot bed cover..? Kemana sekarang bed covernya ,selimutnya juga ? ” tanya Ayu ketika Yudis masuk kedalam rumah .

“Kotor kakak kirim ke laundry …”

“Kakak, itu baru Ayu ganti loh kok bisa kotor…? ” Ayu menatap perubahan wajah Yudis yang aneh . Matanya tampak sembab.

“Kakak kenapa..? Ada masalah…? ”

“Mataku kena asap pembakaran Yu, jadi kayak gini. ..” Yudis mengeles dan mencoba menghindari pandangan.

Ayu tak melanjutkan tanyanya.

Yudis bergegas pergi ke kamar saatnya harus bertugas lagi. Langkahnya terhenti diambang pintu menatap kamarnya yang kini berganti sprei baru. Tampak rapi seperti biasanya. Wangi pengharum ruangan dengan Aromatherapinya kini jadi berbeda.

Terlintas dibenaknya kejadian semalam. Yudis gemetar menahan amarah. Lalu dengan kasar membuka lemari pakaiannya . Ingin sekali membanting semua benda dikamar untuk melampiaskan emosinya meski untuk sesaat. Ingin pula mengacak seisi lemari dan bahkan membakar seluruh benda dikamarnya itu.

“Yu, Aku pergi dulu …” pamitnya seraya mencium kening sang istri.

“Kak, jangan pergi tanpa sarapan.. “ucapan Ayu telat yudis telah pergi dengan mobilnya.

Kenapa denganmu kak. Hari ini berbeda.

*****

Lagi Ayu dapati yudis tertidur di sofa dengan laptop menyala. Tampak begitu lelah. Wajahnya tampak tak sesegar biasanya.

Tesis menguras energimu kak .

Kenapa tugas akhirmu menjadi penghalang kebersamaan kita. Kini sebulan sudah kau selalu tidur disini.

Tak inginkah kau tidur bersama disampingku. Kau juga selalu menghindariku.

Bagaimana impian papa bisa segera terwujud jika kamu bahkan seolah enggan menyentuhku.

Ayu menatap suaminya yang terlelap dengan linangan air mata.

Apakah ada yang lain dihatimu kini kak. Apakah aku najis yang perlu kau hindari. Sudah tak berarti lagi kehadiranku. Hingga kini kau mengacuhkanku.

Jika karena aku belum mampu memberimu keturunan bukankah aku sudah bilang tak mengapa dimadu. Bukan karena inginku .Tapi jika tak mampu memberimu buah cinta aku tak berdaya . Namun kumohon jangan kau mengacuhkanku.

Ayu menutup rapat perpustakaan sekaligus ruang kerja Yudis. Bersiap pergi kuliah. Biarkan dia istirahat kasihan lelah . Ayu pergi tanpa pamit

****

” kita punya dosen baru loh Yu, katanya orang duren . Keren gak tuh . Siapa tahu jadi jodoh gue..” cerocos Linda.

“Ya..Ayu do’akan biar kamu jadi pengantin secepatnya …” Ayu tersenyum melihat teman kuliahnya .

Linda yang single memang tengah berburu jodoh. Asal ada yang single entah jejaka atau duren selalu pengen diembatnya.

“Beneran kan kali ini aku ditraktir…? ”

” ya cerewet…” jawab Ayu seraya menaiki esklator menuju lantai tiga.

“Yu ..itu bukannya yudis lagi berontak melepaskan pelukan cewek loh mereka tengah bertengkar sepertinya…” cerocos Linda menunjuk orang dimaksud.

Ayu melihat sesosok laki laki yang dimaksud memang mirip perawakan Yudistira, suaminya. Pakaiannya pun sama dengan pakaian milik suaminya. Deg . Serasa ulu hatinya ditonjok. Ah hanya mirip bukan dia . Otaknya menolak penglihatan.

“Bukan ah, orang lain itu. Yuk pergi makanan menanti . Bukannya kamu sangat kelaparan. Ayo cepat ..” Linda masih terus meyakini dia yang dilihat itu adalah suami Ayu . Sehingga mematung .

Ayu berusaha menelan makanan yang baginya seumpama mengunyah kerikil tajam yang menyebabkan luka dimulutnya . Melukai saat menelannya hingga tenggorokannga terluka. Menyebabkannya merasa sakit menelan ludah.

Apa benar itu yudis dan …Rhisma apriliani.
Rhisma apriliani sang pesaingnya semasa Sma .

Rhisma apriliani . Seorang gadis cantik dengan kepribadian yang supel. Sangat populer di sekolah Ayu.

Entah apa profesi ayahnya,hanya memang Ayu selalu melihat dia paling fashionable di antara seluruh siswa satu sekolah.

Hobynya olah raga bola volli. Sehingga badannya sintal padat berisi. Sangat ramah pada siapapun. Disayangi oleh seluruh temannya tak terkecuali Ayu. Di segani juga oleh kakak kelas karena pembawaannya yang berkelas.

Otaknya cerdas sehingga menjadi pesaing utama Ayu dalam prestasi. Nilai pelajaran agama juga kalah telak Ayu . Jika pelajaran umum Ayu juara namun pelajaran Agama Ayu kalah semua .Pelajaran bahasa arab yang luar biasa susah seolah lalapan biasa.

Hingga suatu ketika saat baru saja sebulan naik ke kelas tiga, Kabar kehamilan sang populer itu membuat gempar seisi sekolah.

Rhisma harus out karena menikah terpaksa akibat perbuatannya. Sungguh kabar duka . Sang idola beberapa adik kelas harus tandas . Tumbang karena cinta terlarang .

Hingga hari ini berjumpa lagi dengannya. Bersama seseorang yang dicurigai adalah Yudistira suaminya.

Tuhan semoga yang bersamanya bukan suamiku melainkan orang lain yang berperawakan sepertinya dan memakai pakaian mirip pakaian Yudistira.

Ayu mempercepat makannya hendak memastikan itu Yudistira atau bukan .

*****

Rhisma termenung. Meratapi nasibnya. Apakah cinta memang haram baginya. Cinta pertama yang membuatnya menyerahkan segalanya dan menghancurkan masa depannya ternyata berakhir dipengadilan bahkan hampir merenggut nyawanya. Kini saat merasa jatuh cinta dan nyaman bersama Yudistira ternyata hanya bertepuk sebelah saja

Masih teringat kejadian sebulan yang lalu. Rhisma menguntit masuk kamar Yudis tanpa berpikir ada atau tidak istrinya Yudis. Maklum pengaruh alkohol melumpuhkan separuh kesadarannya. Antara ingat dan tidak Rhisma melewatkan malam bersama Yudistira.

Ketika terjaga ternyata Yudistira memang melakukan semua bersamanya tanpa tanya. Terbersit bahagia saat itu . Rhisma pikir yudistira menikmatinya pula, bukankah tak akan ada yang menolak pesona wanita secantik dirinya. Hanya orang bodoh yang membiarkan ikan empuk di hadapan tanpa di makan .

Hari ini ditemui Yudis seperti sebelumnya. Sering Rhisma ingin menemuinya namun tak pernah bisa hingga tanpa sengaja ketika membeli keperluannya berjumpa Yudistira di sebuah mall.

Reaksi Yudistira tidak sesuai harapan. Bukannya kangen atau menyimpan kesan pada cinta semalam namun yudis malah tampak sangat membencinya. Mendorong kasar tubuhnya saat memeluknya menatap dengan jijik seraya beranjak pergi.

Apakah aku tak bisa merasakan nyaman. Senyaman Lidya sahabat terbaiknya. Sahabat tempat mencurahkan segala beban. Sahabat yang selalu mendengar segala keluh kesahnya. Juga yang tega menghancurkan biduk rumahtangganya. Lidya seumpama pagar makan tanaman.

Tanpa belas kasihan menikungnya dari belakang. Bermain cinta dengan sang suami, Angga. Padahal Lidya saksi pertama betapa kasarnya Angga.

Maaf hati ternyata kau harus terluka lagi untuk kesekian kali. Luka yang ditoreh sendiri. Sudah tahu Yudis beristri namun datang menerobos tanpa permisi.

Bodoh. Rhisma teringat betapa taat dan shalihatnya dulu. Tak pernah lewatkan shalat 5 waktu. Hijab tak pernah lepas menutupi tubuhnya. Hingga karena kecewa saat sang buah cinta harus tiada ketika dilahirkan kedunia. Kemudian perilaku kasar dan semena mena membuatnya menyalahkan Tuhan. Karena hidupnya sangat hancur. Masa depan tak sesuai harapan. Padahal menjadi seorang advokat adalah cita citanya. Sayang semua hanya angan, kandas karena kesalahan fatalnya.

Rhisma meneluk lututnya. Bahunya kian terguncang diiringitangis kian kencang. Bisakah kembalikan aku ke masa lalu. Takan kugadaikan mahkota tercinta hanya demi kata cinta hingga menghancurkan harapan dan impian masa depan.

*****

Ayu tergesa masuk ke lobi rumah sakit setelah memarkir mobilnya. Ingin segera bertanya semua yang mengganggu hatinya.

Ayu sengaja datang bukan menelpon .Ingin mencari jawaban melalui kejujuran mata bukan suara yang kadang bisa direkayasa. Karena mata adalah jawaban nyata saat mulut bisa berdusta.

Baca selanjutnya

Kembali ke # 30

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here