Anak Gunung #15

0
43
views

Bagian lima belas


Yudis mati kutu.Geraknya seolah terpasung karena Cindy. Pergi harus lebih pagi dan pulang dari rumah sakit menjadi lebih terlambat.Cindy seumpama ratu .Bahkan kadang utari kesal melihat Yudis yang seolah menjadi budak Cindy .Menurut apa saja yang diperintahkan Cindy tanpa komplain.

“Kapan bisa jadi diri lu sendiri ..gua ngenes liat lu kayak gini dis..lu hanya dimanfaatin sama cindy dan elu diam saja ..?”

“Terus gimana aku harus melihat dia mati dihadapan gue dengan menggorok lehernya ..?”

“Ok ..sekarang jangan bikin dia berharap lagi dis .Kamu hanya menerbangkannya keangkasa namun jika dia menyadari perasaanmu karena terpaksa dia akan terhempas begitu dahsyat ke kerak bumi dan menghancurkan harga dirinya sampai tiada bersisa..jangan biarkan dia melukis asa dengan manis tapi sebenarnya kamu.
meracuninya .Lebih baik kamu melukai dengan kenyataan dari pada kamu menyenangkan hatinya dengan kebohongan..atau kamu memang masih mencintainya…?jika ya maka belum terlambat untuk membatalkan pernikahanmu.Akad belum terucap.maka lepaskan Ayu untuk bersama yang lain …”

Yudis terkesiap mendengar nama Ayu di sebut.Seminggu sudah fokus pada Cindy dengan perasaan bersalah dan kasihan hingga dia lupa memberi kabar orang terkasihnya itu.

“Sepertinya memang kamu lupa punya satu komitment yang harus dituntaskan dengan Ayu.Apakah kamu lupa jika ada Ayu juga yang menantimu disana..?”

Yudis terdiam mengapa tak ada yang memahami gejolak hatinya yang gamang. Mengapa kamu malah meracuni hati ini Tari, menambah beban bukan memberi solusi

“Terus gue harus bagaimana …?”

“Sadarkan Cindy..jangan seolah memberi harapan palsu..buat dia mengerti jika dia berharga bagi semua orang. Dan tunjukkan perasaanmu sebenarnya .jangan biarkan dia tambah memupuk rasa cinta …”

“Gue tahu ..tapi caranya gimana gue buntu nih …”Yudis menepok jidatnya .

“Coba lo konsul ama yoga dia psikiater mungkin tahu solusi buat masalah lo..”Husna menimpali.

“Bener dia lebih tahu psikologis seseorang ..patut di coba dis..”tari menepuk pundak Yudis yang mengacak rambutnya hingga nampak kusut tak beraturan.Yudis ingin rasanya berteriak sekencangnya.melepaskan beban perasaan yang menyesakkan dadanya.

***

Cindy menggeleng kepala tanda tak setuju.Mamanya yang begitu setia menemani mengatakan harus pulang hari ini.Cindy tak mau .jika pulang kapan lagi bisa bersama orang yang dicintai. Seumur hidupnya baru kali ini .Melihat begitu besar cinta mamanya yang takut kehilangan dirinya. Tak nampak bayangan pekerjaan kantor dalam benaknya .Hanya ada cinta dan khawatir nyata memandang putrinya.

Cindy juga takan bisa bertemu yudis.jika di rumah sakit yudis selalu setia menemani setiap waktu senggangnya.

“Masa mau nginep lagi dy..kita sudah seminggu disini..kamu nggak kangen rumah .mama sudah bosan melihat tembok rumah sakit dan bau obat disini.Kita pulang sayang ..”bujuk mamanya.

“Aku pengen sakit selamanya.Kalau aku sakit mama ,papa dan yudis akan care.Kalian hanya perduli jika aku terluka..”

“Ngaco kamu..”

“Itu kenyataannya mah ..mama perduli sama aku hanya karena takut aku mati.padahal jika aku mati mama malah akan fokus mencari dolar tanpa ada yang mengganggu dan menghabiskan.itu benar kan mah …?”

“Mama kerja banting tulang buat kamu sayang.supaya hidupmu tak kekurangan.Mama ingin kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan .Kamu juga rasakan semua fasilitas mewah tersedia .mau apa tinggal minta ..hidupmu sudah begitu sempurna..”ucap tante mira bangga akan raihan prestasi hartanya.

“Mama benar bisa mencukupi segala yang Cindy mau ..? ”

Tante mirna mengangguk dan tersenyum

“Mama mau memberikan segala yang cindy perlukan..”

“Ya sayang..everything for you my swèet heart..tell me..!”

“Tolong kembalikan mamaku ..tolong kembalikan waktu ke 21 tahun lalu .Mama lahirkan aku lagi .mama berikan seluruh waktu dan cinta hanya untukku .Mama jadi mamaku yang sesungguhnya.Mama harus melihat setiap perkembanganku .cerita sedih dan bahagiaku..jangan jadi mama yang sekarang mama yang sibuk hanya dengan karier, yang tak tahu apa makanan kesukaanku ,siapa nama sahabatku .Aku merasa sendiri mah sepi, aku bukan tak ingin pasilitas wah dan mewah hanya aku butuh mama .Aku selalu iri melihat sahabatku yang berpunya bisa jalan berdua ke mall, nyalon bareng, curhat. Aku melakukan hal bodoh ini karena merasa tidak berharga .Bukan karena kehilangan yudis sematac.Aku merasa tak ada yang mengharapkan kehadiranku di dunia. Lantas buat apa aku hidup aku hanya sampah. Mungkin lebih rendah dari sampah. Sampah saja ada yang mungut bisa berguna. Aku ini apa ..”Cindy senggukan. Tumpah semua beban hati yang selalu di pendamnya.

Tante mira memeluk putrinya dengan erat .Kata kata Cindy membuatnya ngeh jika ternyata pandangan bahagia dengan memenuhi segala pinta dan fasilitasvitu nyatanya nol besar. Raihan harta yang di banggakan nya selama ini hanya semu.Putriku malah meminta waktu di putar ulang. 21 tahun umur Cindy hanya kali ini full time mira hadir untuknya. 21 tahun tapi hanya hitungan menit perhari untuk buah hatinya.

“Nak maafkan mama..waktu memang takan berulang. Tapi biarkan mama bersamamu detik ini hingga kedepan .Bantu mama untuk menebus setiap kesalahan .Mama janji akan menjadi mama yang baik, lebih baik mama kehilangan semua harta dari pada mama kehilangan kamu..”isak tangis ke duanya disaksikan yudis di balik pintu berkaca.Air matanya tanpa sadar menetes melihatnya.

“Dy..aku bahagia cita cita mu meraih cinta mama kini terwujud ..aku harap kamu juga akan mendapat cinta sejatimu meski bukan aku…”

***

Ayu menatap dan membolak balikan ponsel. Nokia 3310 itu Yudis betikan untuk mereka berkomunikasi.Sebenarnya Ayu menolak .Hanya dengan rayuan timgkat dewanya yudis melelehkan Ayu..”jkka harus mengirim surat keburu mati aku menahan rindu yu ..padahal tiap waktu aku ingin mendengar suaramu meski tanpa mandang wajahmu..

Bulsit ..omdo kamu kak .Buat apa punya ponsel hanya buat di pandang tanpa digunakan.Ayu kesal sudah seminggu ini tak ada pesan masuk apalagi sebuah panggilan .tak apa baginya hanya miss call setidaknya menandakan bahwa Yudis ingat padamu

Terlalu sibuk kerja dan kuliah S2 kah atau asyik merayu pasien cantikmu. Ponsel di genggamnya dengan gemas.Cemburu dan tanya merajai .Haruskah aku yang memulai bertanyakabarmu ..ah aku malu ..kak yudis tolong aku …Aku merindukanmu..

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian empat belas

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here