Anak Gunung #14

0
29
views

Bagian empat belas


Cindy mengerang karena puncak kemarahannya. Dibantingnya semua benda yang ada didekatnya. Ponsel mahal kesayangan menjadi sasaran pertama. Kabar pertunangan dan rencana pernikahan Yudis dan Ayu yang tinggal 3 bulan lagi membuatnya histeris. Berkali dia menghubungi Yudis selalu diabaikan.

Cindy mengacak rambutnya yang indah dengan berteriak. Mengapa kau meninggalkanku Apa istimewanya gadis itu. Aku lebih baik dari dia. Siapa yang tak kenal akan kemolekan dan kecantikan wajahku.

Memang benar banyak yang mencintaiku tapi hati ini tetap satu untukmu.Aku juga berkali putus nyambung dengan orang lain selepas kamu pergi tapi tetap hanya kamu yang di hati.

“Yudis …”Suara teriakan Cindy  Menghebohkan seisi rumah.

“Kamu kenapa dy..kamarmu kayak kapal pecah ..?”tanya tante mira yang kaget mendengar teriakan putri kesayangannya

“Yudis mah..dia mau nikah ..nikahnya sama alien gunung. Cindy benci Yudis kenapa harus sama dia. Apa kurangnya aku coba, kenapa memilih gadis itu ..”

Rasa sakit hatinya mungkin tak separah itu jika saja orang yang dipilih Yudis bukan Ayu yang baginya adalah alien. orang aneh memakai pakaian longgar dengan hijab lebar. Seperti orang arab yang nyasar

Jika saja lawannya seorang artis atau model sepertinya. Ini malah gadis desa berpendidikan hanya tamat SMA. Kalah telak rasanya.

Yudis memang berubah sikap tak semesra dan sehangat dulu lagi.Jangankan memeluknya, menggenggam tangan Cindy pun enggan dilakukan jika di tanya maka Yudis menjawab belum waktunya. Nanti jjka sudah halal kita lakukan. Aneh .

Makanya cindy sengaja memanas manasi dengan mesra bersama Aldo sahabatnya yang di ketahui Yudis juga mencintai Cindy. Bukan cemburu yang di dapat gudis malah seolah menemukan jalan untuk memutuskannya.

Padahal dulu jangankan ada yang mendekati penggemarnya ingin minta tanda tangan juga Yudis tak memperkenankan. Ketika melihat Yudis di RS Cindy baru sadar alien gunung itu penyebabnya .

“Sudahlah dy..kamu itu cantik mau pilih yang gimana pun bisa ..mengganggu saja di pagi buta, lupakan dia. Dia juga nggak perduli buat apa menyiksa diri sendiri. Mama lagi capek sehabis pulang kerja bukannya bisa istirahat ini malah bikin mama tambah pusing ..”

“Selalu buat mama pekerjaan nomor satu ..lalu kapan aku bisa jadi nomor satu di hati mama. Dulu hanya mbok yang perduli sama aku. Lalu ada Yudis yang selalu perhatian dan sayang aku, sekarang saat Yudis pergi aku ingin mama yang care sama aku ..tapi ternyata mama tetap sama ..”suara Cindy pilu. Sejak kecil hanya si mbok yang dianggap baik baginya. Karena mamanya hanyalah mesin uang. Papa nya juga pun demikian, mereka sibuk memenuhi gaya hidup Cindy sang anak tunggal dengan limpahan harta dan kemewahan namun miskin kasih sayang .

“Kenapa sih, kok jadi cengeng dy …?”tante Mira kesal .

“Ini saat tersulit buat aku mah .tak bisa kah sekedar duduk sebentar untuk mendengar keluh kesahku..?”nada suara Cindy memelas .

“Mama harus meeting penting besok ..sudahlah kita bicara sambil sarapan sekarang mah mama sudah lelah saharian…Mira beranjak pergi .

“Ok ternyata memang aku tak ada artinya buat mama kalau gitu aku lebih baik mati..teriak Cindy. Seraya menyambar pisau bekas memotong buah di meja kecil samping tempat tidurnya. Secepat kilat dipotong nadi tangannya. Tante Mira menjerit melihat darah yang mengucur deras serta memanggil suaminya. Semuanya menjerit melihat banyaknya darah dan Cindy yang terlukai lemas .

***

Yudis bergegas masuk ruang ICU langkahnya terhenti di daun pintu. Lemas lututnya menatap orang yang pernah dicintainya terbaring lemah tak berdaya. Wajahnya pucat bagai mayat, tangan kirinya terbalut perban .

“Dy..kenapaa kamu ..?kamu akan baik baik saja percaya padaku …”Yudis duduk di samping Cindy. Cindy menatap Yudis tersenyum.

“Kamu masih ingat namaku ..? Lalu kenapa tak mau kuhubungi. Kenapa tak perduli padaku lagi..”suara Cindy begitu lemah selemah kondisi fisiknya.

“Kamu adikku mana mungkin aku lupa kamu..hubungan cinta kita boleh usai tapi silaturahmi kita takan berakhir..kamu harus tahu itu..”ucap Yudis tanpa menatap mata Cindy. Yudis tak ingin melihat wanita lain lagi selain Ayu.

“Kamu jijik melihatku ..?kenapa tak mau memandang wajahku..? Bukankah dulu kamu begitu mencintaiku Dis ..”

“Aku ingin menatap yang halal bagiku saja dy…kamu juga punya Aldo. Maka kenapa masih ingin bersamaku ..”

“Aku hanya cinta kamu ..kamu tahu kenapa aku melakukan ini, semua hanya karena kamu ..aku melakukannya karenamu..jangan tinggalkan aku. Aku lebih baik mati dari pada melihatmu dengan gadis alien itu…”

Yudis terdiam dia lebih tahu psikologis Cindy saat ini maka baik baginya hanya diam.

“Sekarang jangan banyak bicara dulu ya kamu istirahat aku ada pasien lain ..!”

“Tak bisakah menemaniku di sini..tolong Dis. Aku butuh kamu ..”cindy memegang tangan Yudis. matanya memelas.

“Tak hanya kamu yang butuh aku ..semua orang membutuhkanku di sini dy ..aku janji akan selalu menyempatkan waktu menjengukmu jika senggang ..”Yudis melepaskan tangan Cindy perlahan .

Yudis berjalan seakan tanpa menapak tanah. Harus bagaimana ini. Tak mungkin meninggalkan Cindy dalam keadaan yang seperti ini. Tapi Yudis juga tak ingin Ayu terluka.

Sungguh kau kaya Ayu meski tanpa harta kau punya Cinta tak berbatas dari orangtua, kau menjadi permata berharga bagi mereka sehingga mereka menjagamu dari gangguan makhluk durjana.

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian tiga belas

Baca dari awal

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here