Anak Gunung #06

0
107
views

Bagian Enam


Bulu kuduk Ayu merinding.suara rintihan itu kian nyata di kupingnya. Suara manusia atau ..Ayu bergidig. Memang Ayu tak percaya akan tahayul tapi dikesunyian hutan dengan rintihan seperti itu cukup membuat nyalinya ciut. Atau korban penganiayaan yang dikira sudah meninggal dan di buang di jurang. Bukankah berita penemuan mayat sering terdengar di cadas pangeran. Meski takut Ayu akhirnya mendekati sumber suara.

“Kak Yudis “pekiknya .

Nampak di tempat yang lumayan curam Yudis tengah berusaha mendaki dengan tertatih. Mukanya bengkak seperti terkena sengatan binatang. Sengatan lebah sepertinya.

Utami tergesa menghampiri tangannya sigap merangkul pinggang Yudis dan menopang tangan kanan Yudis di bahunya .

Jantung keduanya berdegup tak karuan. Tubuh mereka merapat. Sejenak tatapan mereka beradu pandang. Yudis menatap lekat wajah Ayu yang hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya. Keduanya lama terdiam. Ayu memalingkan pandangan .

“Astagfirullah ..jangan pingsan Ayu..kamu tolong Yudis lepas dari jurang habis itu mau pingsan juga silahkan ..”bisik hatinya .
Bagi seorang yang baru pertama berdekatan dengan lawan jenis membuat Ayu gemetaran. Ditambah orang itu adalah pujaan hatinya .

Yudis menahan sakit disekujur tubuhnya tapi ketika tangan Ayu mendekap erat pinggangnya rasa itu seolah sirna. Desir lembut membuatnya nyaman. Seolah ada embun penyejuk yang menyirami kerontang hatinya. Ayu ternyata benar ..aku mencintaimu .

Susah payah Ayu melangkah membawa tubuh Yudis untuk menaiki lereng curam itu agar sampai di jalan setapak yang biasa ayu lewati berharap ada orang yang akan menolong Yudis .

“Kak ..jangan pingsan ..kak ..”tangan Ayu menepuk Yudis yang pingsan sesampainya di atas .

Ayu bingung. Diletakkan kepala Yudis dipangkuannya beralaskan tas sekolah kesayangannya. Tangannya kaku memegang kepala Yudis. Gugup menatap wajah yang dirindukan itu nampak nyaman dalam pangkuannya. Ayu begitu kebingungan. Dag dig dug jantungnya bertalu. Darah mengalir kencang membuatnya bercucur keringat

Yudis sebenarnya tidak pingsan namun akal bulus si play boy nomor wahid itu tak mau melewatkan kebersamaan dengan Ayu. Matanya menatap Ayu yang nampak gugup. Yudis makin kagum. Aku yakin jika ini pertama kali kau bersentuhan begitu dekat dengan seorang ikhwan Ayu Nampak begitu gemetar ketakutan dan kaku seolah tubuhnya memegang bara api. Cantik. Jika saja wajah itu memakai make up dan mendapat perawatan .

“Alhamdulillah ..pak tolong kak Yudis pak. Dia terkena sengatan lebah sepertinya. Tolong bantu bawa pulang..”suara Ayu lega. Seorang bapak mendekat ke arahnya

“Ya Allah sampai seperti ini…susah nak kalau hanya kita berdua yang bawa .Tunggu bapa panggil yang lain ..”kata bapa itu. Ayu mengangguk.

“Aki aki menggangu saja ..”gerutu Yudis kapan lagi bisa seperti ini.

“Aku dimana Ayu..?”tangan Yudis menggapai sesuatu Ayu menggenggam tangan Yudis. Ayu terdiam. Istigfar. Tangan Yudis begitu erat menggenggam tangannya .

“Ya Allah ..kenapa ini terjadi. Maafkan Ayu ya rabb..”perlahan Ayu melepaskantangan Yudis risih rasanya melihat tangannya di genggam seorang asing .

Yudis mencoba bangun Ayu membantunya. Yudis kini duduk dan menyenderkan kepala dipundak Ayu yang bengong seolah tak percaya jika kini dia bersama dengan Yudis dalam jarak yang sedemikian dekatnya. Astagfirullah. Aku harus bagaimana. Tak mungkin aku toyor kepala orang ini. Dia lagi sakit. Jika ada yang berani berlaku demikian tentu jurus akan Ayu keluarkan. Tapi tak mungkin kubiarkan dia melakukan ini. Ya rabb ampuni Ayu.

“Alhamdulillah akhirnya bantuan datang kak Yudis ..ayuk kita pulang.

Penduduk membawa Yudis pulang .

***

“Kamu nggak nengok dia Yu..”tanya Nur

“Nggak mau aku lihat dia lagi..”

“Serius Yu..?”Irniaty menatap tak percaya

“Ya ..aku tak mau kelihatan konyol ..jika saja kalian lihat mukaku saat itu..memalukan .”Ayu menutup mukanya. Teringat gemetaran tubuhnya saat bersama Yudis 3 hari yang lalu. Jika saja Yudis melihatnya dalam keadaan sadar..malu sekali. Sebenarnya bukan malu tapi perasan yang kian dalam yang membuatnya menghindar. Cukup sampai disini. Ayu tak ingin rasanya, akan menjadi kuncup yang layu ketika kenyataan memang tak mungkin baginya.

“Kak Yudis kembali 3 hari lagi..KKNnya berakhir hari sabtu ini ….lebih baik aku menghindar ..”

“Apa untungnya juga sih punya pacar Yu. Lebih banyak mudharat dari pada manfaat …?Eva si alim itu menepuk pundak Ayu

Ayu terdiam. Apakah perasaannya juga seperti yang lain. Cinta harus diwujudkan dalam bentuk pacaran. Lantas aktivitasnya berpegangan tangan, berpelukan atau berciuman sebagai bukti pernyataan cinta. Ayu bergidig jika mantanku sampai menikah 10 orang maka ada 10 orang dengan alasan cinta akan menjamahnya tanpa rasa bersalah. Naudzu billah .

Tidak Yu jangan jadi murah.Jangan biarkan orang yang tak berhak menjamahmu gratis menyentuhmu, jadikan kamu berharga yang hanya disentuh oleh orang yang kelak menjadi imam. Ayu memantapkan langkahnya untuk melupakan semua rasa kini sekolah akan selalu jadi fokus utama sama seperti sebelumnya . Tak ingin Ayu melabuhkan hatinya bagi orang yang tak halal baginya.

“Dunia belum berakhir..jika kau tinggalkan aku, masih banyak teman temanku disini menemaniku ..”Irniaty nembang seraya memeluk Ayu.

“Bagaimana duniaku akan berakhir jika kalian selalu bersamaku ..”Ayu tersenyum melihat polah sohibnya .

***

Yudis kini telah sehat seperti sediakala.Betapa yudis ingin bertemu Ayu untuk mengucap terima kasih padanya. Mengapa Ayu tak datang menjenfuknya padahal semua orang datang. Mungkin sibuk, pikirnya Ayu memang selalu aktif di sekolah .

Yudis teramat ingin menyatakan cintanya. Tapi dia sadar jika Ayu berbeda dengan yang lain. Yudis tak ingin jika kini menyimpan rasa maka akan dengan mudah berpaling lagi. Menjauhi dan membuat luka dihati Ayu. Ayu teramat berharga tak ingin dia mempermainkan perasaannya. Entah mengapa tak pernah dia rasakan itu sebelumnya. Jika dia bosan dengan satu wanita maka dengan seribu alasan meninggalkan dan menjalin hubungan baru lagi .Tidak buat Ayu .

SETIAP LAKI LAKI SEBEJAD APAPUN ALHLAKNYA .SEBURUK APAPUN PERANGAINYA .MEREKA MERINDUKAN WANITA SHALIHA YANG AKAN MENJADI IBU BAGI ANAK ANAKNYA..

Baca selanjutnya

Kembali ke bagian lima

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here