Aku Kira Suamiku Mencintaiku #02

0
273
views

Jujur dua hari ini menyiksa perasaan, kalaupun bertengkar tak usahlah ada di rumah salah satunya, kan gak enak ketemu setiap saat. Ku beranikan diri meminta maaf lewat whatsapp.

“Bismillah, dari lubuk hati yang paling dalam, aku menyadari kesalahanku dan aku benar-benar meminta maaf. Aku benar-benar sedih dengan kondisi kita seperti ini. Tolong maafkan aku
sekali lagi Aku minta maaf kepadamu, aku ingin bisa memelukmu lagi. Pahamilah bahwa aku menyesal dan tidak ingin semua hal ini terjadi lagi.
Aku tahu kesalahanku cukup besar untuk bisa langsung Di maafkan. Tetapi jika tidak ada kata maaf lagi. Aku ikhlas jika aku di kembalikan ke kedua orang tuaku, jika itu jalan satu-satunya.
aku tak akan minta pisah darimu, karena bahagia ku bersamamu.” pesan whatsapp ku dua centang biru tandanya sudah dibaca.

“Sudah sayang, maafkan aku juga sudah kasar kepadamu,” balasnya langsung dengan memelukku dari belakang.

Ah jatuhlah lagi aku ke kepangkuannya, jujur kalau untuk cerai aku tak ingin karena aku melihat orang tua, aku tak ingin mengecewakan orang tua, terkecuali itu jalan satu-satunya.

Setelah pesan singkat itu entah darimana datangnya pelan-pelan dia mulai terbuka sedikit demi sedikit tentang pekerjaannya di kantor, ah alangkah bahagianya aku, akan tetapi soal kasus Jono dia tidak bilang Jono itu siapa. Sampai disinipun aku sudah bahagia melihat dia berubah dan mengakui aku ada di sampingnya, bukan hanya pas butuh nya saja.

***

Pelan-pelan aku mulai melupakan kejadian satu tahun pernikahan silam yang penuh dengan air mata, dia pernah terang-terangan teleponan dengan mantannya di depanku, bahkan kalau aku lihat dia adalah orang yang paling bahagia ketika chattinan sama mantan pacarnya ketimbang sama aku istri sahnya sendiri. Tapi kini aku lihat dia sekarang mulai memberikan kode, aku di perbolehkan menyentuh hpnya ketika ada panggilan masuk dan lainnya ketika dia ada halangan.

Hari demi hari, minggu demi minggu aku lihat dia jarang berselancar di sosmed, waktunya banyak dihabiskan di kantor dan bila pulang dia langsung mencariku, seperti orang yang sudah lama tidak bertemu.

Aku mencubit pelan kedua pipiku, apa ini hanya mimpi? mengapa dengan begitu derastisnya dia berubah bahkan 360°, apa dia ada maunya? atau ini demi menutup kebohongannya agar aku tidak selalu curiga?.

Ah sudahlah aku mau lanjut beberes kamar sama nyuci pakaian kantor suamiku, karena hari senin harus sudah masuk kantor lagi sedangkan baju masih belum aku cuci, ini sudah hari sabtu sore.

“Pluk, suara hp jatuh dari tas kantornya suami.

“Ini hp siapa? masih baru pula, tapi sudah ada data internet aktif, pola nya apa yaa.? Aku penasaran.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

by:Yuliyan

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here