14 Hari Melukis Senja #05

0
144
views

Risiko Menyukai Dalam Diam


“Sakitnya menyukai dalam diam itu. Ketika kita melihat dia dekat dengan yang lain. Namun kita, hanya bisa terdiam sambil tersenyum miris.”

Nayanika Deolina.

Setelah mengantarkan Dita sampai depan rumah. Kini hanya Naya yang dikawal Angga dari belakang. Membuat Naya menjalankan motor dengan tidak karuan.

Satu sisi dia juga senang dikawal Angga. Namun satu sisi lagi dia juga gugup setengah mati. Memikirkan harus bersikap bagaimana pada Angga saat nanti sudah sampai di depan rumahnya.

Ayolah, bermimpi di kawal Angga seperti ini saja Naya tidak pernah. Ini kenyataan yang sangat mengejutkan untuk Nayya dapat. Di kawal oleh seorang yang dia sukai secara diam-diam. Itu adalah hal yang sebelumnya tidak pernah Naya bayangkan akan menjadi kenyataan. Namun ternyata halu nya itu menjadi kenyataan. Jelas Naya sangat bahagia saat ini.

 

“Anjir!  Abang pasti interogasi gue!” Naya bergumam saat ingat bagaimana Abangnya yang sangat sensitif perihal dia yang dekat dengan seorang cowok.

Dulu, Naya sempat bertanya waktu kelas X soal bagaimana jika dia memiliki seorang cowok.

“Abang?” Naya bertanya setelah masuk ke kamar Abangnya ini.

Edwin Arnawama–Kakak Naya yang sedang tiduran di kasur sambil bermain game itu menoleh sekilas melihat Naya yang duduk di sofa dekat jendela.”Apa?”

“Kan tadi Naya sekolah tuh.” Edwin mulai mendengarkan.”Terus Naya liat cowok.” Naya sedikit terkejut saat tatapan Abangnya langsung menatap dirinya penuh selidik.”T-terus cowok nya tuh ganteng banget. Naya suka sama dia. Menurut Abang gimana?”

Edwin menyimpan ponsel. Duduk dengan benar lalu menatap Naya dengan pandangan datar. Oke, Naya sepertinya dalam mode darurat.

“Suka sama cowok?” Naya mengangguk kaku.”Emangnya ada yang mau sama lo?”

“IH ABANG MAH!” Naya refleks melempar bantal sofa. Membuat Edwin tertawa kencang.”SERIUS!”

“Ya udah sana pacaran. Tapi jangan salahin gue kalau besoknya tuh cowok tinggal nama.” Edwin kembali berbaring dan memainkan ponsel dengan santainya.

Naya cengo mendengar penuturan Edwin yang kelewat santai. Apa maksudnya?”Maksudnya?” “Loading!” Edwin menoleh sinis pada Naya.”Nggak boleh pacaran. Kalau mau, tuh cowok izin dulu sama gue! Ngerti lo?!”

Naya menelan saliva susah payah. Abangnya itu jika menginterogasi orang seperti polisi yang sedang menginterogasi tersangka. Bisa-bisa Anggaterkena masalah. Apalagi nanti kalau Angga ilfeel padanya karena punya Abang yang super over bagaimana? Atau yang lebih parah Angga malah menjauh dan tidak ingin melihat dirinya walau hanya sekedar sapa? Ah tidak, itu tidak boleh terjadi.

Refleks Naya ngerem mendadak dipertigaan jalan menuju rumahnya. Untung saja Angga tidak menabrak motor cewek itu.

“Kenapa berhenti tiba-tiba?”

Naya sedikit meringis, menoleh ke belakang menatap Angga.”Hehe sorry. Emm… kayaknya sampai sini aja deh.”

Dahi Angga mengkerut.”Lho, kenapa? Ini, kan, masih pertigaan jalan.” Angga menatap sekeliling.”Nggak apa-apa gue anter sampai depan rumah.”

Naya menggeleng cepat.”Serius sampai sini aja. Dari sini rumah gue deket kok. Rame juga kalau udah masuk kawasan sini.”

Ayo dong ngerti. Naya menggerutu dalam hati, berharap Angga mau mengerti untuk hanya mengatarkannya sampai sini saja.

“Nanggung.” Angga masih mencoba menawarkan diri untuk mengantar Naya sampai depan rumah. Bukannya apa-apa, Angga juga tidak bisa membiarkan seorang gadis menaiki motor sendiri dengan keadaan yang sepi seperti ini. Apalagi ini malam hari.

“Nggak apa-apa. Gue udah biasa kok. Lagian kalau lo antar gue sampai depan rumah. Nanti lo pulangnya kemalaman.”

Angga terdiam sejenak, melihat Naya yang memasang senyum lebar. Dia menghela napas sebelum kemudian mengangguk pelan.”Ya udah. Hati-hati, ya?”

Naya mengangguk.”Oke. Makasih. Lo juga hati-hati.”

“Siap!” Angga putar arah karena rumahnya memang ke arah berlawanan.

Hal yang membuat Naya speachless adalah. Saat cowok itu mengucapkan salam sebelum benar-benar pergi. Suaranya, adem banget di telinga.

“Waalaikumsalam, ganteng,” jawab Naya sambil tersenyum lebar. Gadis itu menahan pekikan ketika Angga sudah menjauh.”Anjir demi apa gue dikawal sama Angga?!”

“AAAA MAMA GUE MAU SALTO!” Naya reflek membekap mulut dan menatap sekitar dengan muka panik. Baiklah, sepertinya dia harus cosplay lagi jadi Teteh Rossi lagi untuk sampai ke rumah.

Menarik napas dalam, Naya mulai mengambil ancang-ancang untuk menancap gas.”BISMILLAH HEADSOT!!”

 

-Airlangga-

“Assalamualaikum para penghuni bumi.” Naya masuk ke dalam rumah sambil cengar-cengir dan berjalan riang dengan menenteng satu kresek putih camilan dan minuman.

Tidak lupa lagu yang pas sesuai mood nya sekarang dia nyanyikan dengan nada pelan.

“Waalaikumsalam.” Yang ada di ruang keluarga menjawab. Papa dan Mama nya Naya yang menjawab.

Rama dan Sinta. Pasangan suami-istri itu mengkerutkan dahi heran melihat Naya yang menurut mereka aneh. Saling pandang sebelum akhirnya menggeleng tidak mengerti.

“Nay?” Rama memanggil.

“Iyaaaaaa Papaaaa…” Naya menjawab dengan nada panjang saat berada diundakan tangga menuju kamar.

“Kamu baik-baik aja, kan?” tanya Rama curiga.

Naya tersenyum lebar, terdiam sejenak karena membayangkan kejadian tadi sebelum akhirnya mengangguk cepat.”Baik! Malahan baikkkkk bangettttt….” Naya segera berjalan menuju kamar sambil kembali bersenandung.

Rama beralih menatap istrinya.”Kenapa sih?”

 Sinta tersenyum kecil.”Mungkin lagi kasmaran.”

Detik selanjutnya mereka berdua terkejut mendengar nyanyian Naya yang kelewat kencang dari dalam kamar. Juga keributan yang selanjutnya terjadi.

“OH AKU MERASAKAN. GETARAN MU. MENCITAIKU SEPERTIKU MENCINTAIMU.”

  “SUNGGUH KASMARAN AKU DIDEKATMU.”

“BERISIK LO TAII!” Bisa dipastikan itu suara Edwin.

“MEMBUATKU TERSADAR. BENTUK CINTA ITU… YA KAMUUU…”

 

-Airlangga-

Barisan meja di bagian kanan paling ujung tengah ramai dengan suara keempat perempuan yang cek-cok perihal Naya dan Dita yang dikawal oleh Angga. Bisa dipastikan yang paling heboh adalah Lesya dan Dita.

Baca selanjutnya

Baca sebelumnya

Jika kalian punya tulisan, baik cerpen/cerbung, quotes, puisi dan ingin karya kalian tampil di befren.com, Silahkan daftar diri kalian di: KLIK DAFTAR
Setelah terdaftar, lakukan verifikasi di fanspage befrenmedia: KIRIM VERIFIKASI
kirim pesan dengan format: DAFTAR

Karena ada program seru buat kalian yang terpilih, yaitu karya akan dijadikan versi cetak/fisik berupa buku, yang nantinya akan diberikan kepada author buat portofolio kalian.

Keuntungan yang didapat:

  1. Mudah terindek di pencarian google
  2. Tak hanya bisa dibaca di media sosial tapi, bisa dibaca secara global diseluruh dunia
  3. Dapat menginspirasi orang banyak
  4. dan terakhir, tulisan dapat dijadikan versi cetak/buku sesuai kebijakan befren.com
Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here