Fasilitas Daur Ulang dan Bank Sampah

0
94
views
befren.com – Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya.
Alangkah sangat beruntungnya jika ke -enam daerah di Jawa Barat telah dilalui Daerah Alisan Sungar (DAS) Citarum yaitu Kabupaten Bandung, Karawang, Subang serta Kota Bandung, Cimahi dan Bekasi mendapatkan fasilitas pengolahan sampah berupa Bank Sampah Induk (BSI) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyambut baik bantuan dari pemerintah pusat tersebut. Kata Kamil, hal ini sebagai bagian dari upaya Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas lingkungan serta peradaban manusia khususnya di sepanjang DAS Citarum.

Kamil berharap, dengan BSI dan PDU yang memiliki teknologi canggih serta ramah lingkungan, masyarakat semakin sadar untuk tidak lagi membuang sampah ke Sungai Citarum dan anak-anaknya. Sehingga sedimentasi, tingkat kekotoran, dan potensi banjir dapat dikurangi.

“Saya berterima kasih ini bagian dari kerja sama yang baik. Pemerintah pusat sangat peduli pada kualitas lingkungan dan peradaban manusia khususnya di DAS Citarum. Mudah-mudahan tidak ada lagi sampah-sampah dari masyarakat yang langsung dibuang ke Citarum,” kata Emil, usai penyerahan fasilitas pengolahan sampah secara simbolis di PDU Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Sebagai Komandan Satgas Citarum Harum, Kamil berkomitmen memperbanyak fasilitas PDU dan BSI di berbagai tempat. Ke depan, masyarakat sendiri yang akan mengelola fasilitas tersebut. Saat ini PDU dan BSI sementara akan dikelola oleh pemerintah daerah bersama komunitas lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya menjelaskan, satu fasilitas PDU mampu mengolah 10 ton sampah per hari dengan kapasitas kompos 30 ton sampah per hari. PDU dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sekitar 5.000 ton Co2 per hari dengan efektivitas biaya sekitar Rp2 juta/ton Co2 per tahun.

Tak kalah penting, lanjut dia, fasilitas ini juga mampu mengendalikan pembentukan gas metana dengan mengurangi jumlah sampah yang ditimbun.

PDU juga dapat mengurangi biaya pengangkutan sampah ke tempat penguangan akhir (TPA) yang selama ini menjadi beban pemerintah daerah.

“Ini untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Kemudian dengan pengoperasian PDU ini dimungkinkan kita mengurangi emisi gas rumah kaca sehingga udara bisa lebin sejuk dan pengaruh perubahan iklim bisa dikendalikan, atau ada pengendalian atmosfer karena kalau banyak sampah, CO2 dan gas metan akan berpengaruh pada atmosfer,” jelasnya.

Siti mengatakan, di Indonesia saat ini terdapat 7.700 bank sampah dan 1.700 diantaranya berada di Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Siti juga menyerahkan 60 tempat sampah terpilah dan 35 unit motor sampah roda tiga kepada enam daerah tersebut. “Semua dukungan saran yang diberjkan ke enam daerah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah yang mengedepankan paradigma dan konsep pengurangan sampah berbasis reduce, reuse, recycle,” imbuhnya.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here