Bulan Depan Go-Jek Akan Mengepakkan Sayapnya di Vietnam dan Thailand

0
437
views

befren.com – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Globe Asia kembali mengeluarkan daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Ada yang unik pada tahun ini, yakni kemunculan para pemain baru yang semuanya berasil dari perusahaan rintisan (startup).

Salah satunya Nadiem Makarim. Harus diakui Indonesia belum memiliki entrepreneur yang memiliki bisnis sekelas Mark Zuckerberg pendiri Facebook atau Drew Houston pendiri DropBox.

Satu hal yang harus diapresiasi adalah, entrepreneur di Indonesia sudah mulai tumbuh dan bisnis modelnya menjadi sangat kreatif.

Nadiem Makarim pemuda tersebut berhasil masuk ke daftar orang terkaya.

Mendirikan Go-Jek pada 2010 silam, Nadiem Makarim tak pernah mengira bahwa industri transportasi yang ia bangun mampu sebesar saat ini.

Nadiem mengatakan niat awal mendirikan Go-Jek lebih kepada keinginan untuk memperbaiki transportasi di Indonesia. Namun, dalam kurun waktu 6 tahun, lulusan magister bisnis administrasi Harvard tersebut mencatatkan dirinya dalam sejarah, yakni sebagai unicorn pertama di Indonesia.

Unicorn adalah usaha rintisan (startup) yang nilai valuasinya sudah melebihi USD 1 miliar atau Rp 14,3 triliun (1 USD=Rp14.369).

Kini, diusianya yang menginjak 34 tahun, Nadiem resmi menjabat sebagai CEO perusahaan dengan estimasi nilai valuasi mencapai USD 5 miliar atau Rp 71,8 triliun.

Lulusan Harvard tersebut mengaku ingin menciptakan transportasi ojek yang lebih efisien dan juga efektif. Tak hanya itu, ia berharap ojek dapat berlaku sebagai profesional bisnis kedepanya.

“Saya rasa banyak orang-orang yang dulu tidak percaya bahwa ojek bisa se-profesional sekarang dan juga terpercaya saat ini,” tutur Nadiem.

“Hal ini cukup membuat saya frustrasi, karena saya juga harus mengetahui secara persis pengendara ojek di Indonesia. Dengan mengetahui mereka secara personal, saya segera sadar bahhwa sektor ini benar-benar sungguh bernilai,” tambah dia.

Strategi ini berlanjut dengan Go-Jek bereskpansi di pasar Asia Tenggara. Saat ini Go-Jek hanya beroperasi di Indonesia saja, namun bulan depan, Go-Jek juga akan dirilis di Vietnam dan Thailand. Tak hanya itu, perseroan juga mengaku berencana akan meluncurkan Go-Jek di Singapura.

Pertumbuhan Go-Jek yang pesat ini, dipandang bersaing keras dengan Grab, yakni perusahaan Singapura yang didirikan oleh teman Nadiem juga, Anthony Tan. Namun Nadiem menuturkan bahwa tekanan yang ada justru membuatnya kini semakin maju.

“Hal ini benar-benar sulit ketika Anda sedang berada di fase, berada di persaingan ini, ketika segala hal beradu, bersaing ketat saat ini,” kata Nadiem.

“Namun ketika Anda melangkah lebih, Anda akan menyadari bahwa memang dibutuhkan suatu kompetisi untuk menciptakan skala dan membawa perubahan,” tambah dia.

Terakhir, Nadiem berharap bahwa keberadaan Go-Jek dapat menginspirasi Indonesia dan daerah besar lainnya bahwa teknologi dapat memperbaiki kehidupan banyak orang.

Go-Jek 10 tahun dari sekarang, atau 20 tahun dari sekarang akan dibicarakan sebagai perusahaan yang membuktikan bahwa teknologi dapat berpengaruh besar pada ekonomi, yakni membawa dampak evolusi besar pada masyarakat.

Pada awalnya orang tidak mau menggunakan ojek, karena di beberapa kota harga ojek cukup mahal dan permasalahan transaparansi harga.

Aplikasi Gojek berusaha menyadarkan pada masyarakat, ada sebuah solusi atas kebutuhan mereka. Moda transportas ojek sebenarnya dapat menjadi solusi, jika dikelola dengan benar.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here