Kabar Buruk Menimpa Apple Mengenai Hak Paten Milik Qualcomm

0
141
views

befren.com – Apple dituding melanggar tiga paten milik Qualcomm. Apple pun dituntut harus membayar denda ke pembuat chip itu senilai USD 31 juta atau setara dengan Rp 441 miliar.

Perjanjian Apple-Qualcomm berdiri selama lima tahun dan melihat Apple secara eksklusif menggunakan chip Qualcomm di iPhone-nya – dan itu adalah akar penyebab dari masalah hak paten global yang keduanya saling berselisih.

Majelis hakim menunda sidang dua perusahaan teknologi tersebut. Qualcomm akan melanjutkan sidang atas gugatannya ke Apple bulan depan.

Qualcomm yang mengajukan gugatan pada Juli 2017 lalu, menuduh bahwa Apple telah menggunakan teknologinya tanpa izin di beberapa versi iPhone populernya. Hakim lantas meminta Qualcomm untuk menunjukan hak paten yang dilanggar Apple pada awal persidangan selama dua minggu di San Diego, Amerika Serikat (AS).

Adapun paten yang dilanggar itu adalah teknologi yang dapat membuat smartphone bisa terhubung dengan cepat ke internet sejak perangkat dihidupkan. Paten lainnya juga terkait dengan teknologi efisiensi baterai dan pemrosesan grafis.

Bentrokan antara Apple dan Qualcomm dimulai dua tahun lalu. Ketika Komisi Perdagangan Federal (FTC) dengan bantuan dari Apple dan Intel, menuduh Qualcomm memonopoli perangkat chip modem. FTC berpendapat bahwa tarif royalti Qualcomm menghentikan pesaing memasuki pasar dan menaikkan harga telepon. Persidangan itu berlangsung pada Januari lalu dan semua pihak saat ini sedang menunggu keputusan setelah sidang ditunda.

Tidak hanya itu, Apple juga menggugat Qualcomm di China sebesar $ 145 juta.

Apple menuding gugatan Qualcomm ke mereka lantaran Qualcomm ‘sakit hati’ dan berupaya balas dendam karena Apple menambahkan Intel sebagai pemasok chipset pada 2016 silam. Sementara kerja sama antara Apple-Qualcomm sudah terbangun sejak 2011 lalu. Sebagaimana diketahui, saat ini komponen Intel menggantikan Qualcomm di iPhone.

Konflik pelik Apple-Qualcomm tidak hanya di Amerika Serikat. Di Jerman, pengadilan memenangkan Qualcomm pada Desember lalu dan melarang penjualan sejumlah iPhone di negara tersebut.

Fakta bahwa penilaian terakhir dihitung dengan menggunakan tarif royalti per-iPhone $ 1,41 berarti bahwa jika pada akhirnya berhasil dalam gugatan pelanggaran patennya dengan Apple, maka Apple dapat menerima penyelesaian yang sangat besar, dengan biaya royalti yang berkelanjutan.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here