Google Siap Ciptakan AI untuk Memerangi Pornografi Anak

0
474
views
Ilustrasi seorang anak sedang bermain internet

befren.com – Kejahatan pornografi anak-anak semakin marak, apalagi didukung jaringan internet yang bisa memudahkan untuk mengaksesnya, melihatnya yang seharusnya dijauhkan dari anak agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Fakta dan kejadian terus bermunculan dengan berbagai pola dan modus. Berbagai organisasi coba memerangi pornografi anak di internet dengan melakukan review secara manual. Namun, lantaran mau tak mau harus melihat sekian banyak gambar berbau child sexual abuse, hal itu sulit dilakukan secara teknis dan menguras emosi pengulasnya.

Mesin pencari terbaik Google berniat mempermudah proses tersebut dengan memakai teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI). Sang raksasa internet pada awal pekan ini memperkenalkan Content Safety API, sebuah developer toolkit berbasis AI untuk mengindentifikasi konten pornografi anak secara otomatis dan memprioritaskan mana saja yang mesti mendapat perhatian lebih dari reviewer. Dengan demikian, proses penyaringan bisa berlangsung jauh lebih cepat, sementara jumlah orang (reviewer) yang mesti terekspos konten terkait pun bisa dikurangi. Google mengklaim toolkit AI besutannya bisa membantu meningkatkan jumlah identifikasi pornografi anak hingga 700 persen.

Dengan cepat mengidentifikasi gambar baru, anak yang mengalami eksploitasi seksual bisa lekas diidentifikasi dan dilindungi.

Saat ini jutaan orang menggunakan internet setiap hari. Ini membuka peluang pengguna, termasuk anak-anak, mengakses pornografi. Diperkirakan, 60 persen dari 1 miliar pengguna internet dunia membuka situs porno saat terkoneksi dengan jaringan.

Perang terhadap pornografi masih menghadapi tantangan berat. Dampak derasnya arus pornografi tidak hanya terhadap anak-anak sebagai korban, tetapi juga orang dewasa. Menurut hasil penelitian Universitas Oklahoma, perceraian akibat penggunaan materi pornografi oleh suami meningkat hampir dua kali lipat, dari 6 persen menjadi 11 persen. Ini meneguhkan betapa pornografi merupakan masalah serius dan berdampak kompleks.

Google ini mengandalkan deep neural network untuk melakukan identifikasi konten pornografi anak. Cara kerjanya mirip otak manusia yang mampu “dilatih” untuk mengidentifikasi konten baru. Lewat Content Safety API, Google menyediakan sang tool AI secara cuma-cuma untuk para rekanan industri dan LSM yang memerangi pornografi anak di internet. Salah satunya, Internet Watch Foundation, menyambut hangat pemanfaatan kecerdasan buatan untuk keperluan tersebut.

Tampaknya tak berlebihan jika industri pornografi telah menjadi ”penumpang gelap” pada agenda besar reformasi. Produksi pornografi terus bertambah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tentu keadaan ini tak boleh dibiarkan apabila kita menginginkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Silahkan Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here