Mengintip Tradisi Puasa Ramadhan di Korea Selatan

- Advertisement -
- Advertisement -

befren.com – Bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinantikan oleh umat muslim, di bulan ini umat muslim berbondong-bondong mengumpulkan pahala dan melakukan kegiatan yang berfaedah. Nah di bulan puasa Ramadhanselalu ada tradisi yang berbeda di setiap negaranya.

Mungkin kalau di Indonesia sendiri tradisi bulan puasa udah gak asing lagi ya, tapi pernah terpikir gak tradisi puasa Ramadhan di Korea Selatan? Di Korea sendiri populasi umat muslim hanya 200.000 jiwa.

Langsung aja yuk simak tradisi puasa Ramadan di Korea Selatan!

Durasi Berpuasa

Setiap negara memiliki durasi yang berbeda untuk menjalani ibadah puasa, durasi puasa di Korea Selatan itu sendiri yaitu selama kurang lebih 14 jam. Nah di Korea memiliki Korea Muslim Federation (KMF) yang suka mengumumkan waktu sholat dan waktu mulainya bulan puasa Ramadhan.

Di tahun ini, waktu bulan Ramadhan di Korea jatuh pada pergantian musim dingin ke musim semi, jadi kondisi cuaca di sana gak begitu panas. Waktu fajarnya sekitar jam 4 pagi dan waktu berbuka puasa pukul 7 malam.

Sama seperti di Indonesia, waktu berbuka puasa nantinya akan semakin cepat ketika mendekati hari lebaran.

Lomba Baca Al-Quran Setiap Jumat

Tradisi bulan puasa Ramadhan di Korea yang satu ini patut ditiru nih, ternyata di sana mereka selalu mengadakan lomba membaca Al-Quran setiap hari Jumat. Lomba ini bisa diikuti oleh masyarakat Korea beragama muslim, maupun turis yang sedang berada di sana tepatnya di Seoul Central Mosque.

Diadakan oleh Korea Muslim Federation (KMF), acara ini cukup menyita antusias masyarakat muslim di Korea lho. Perlombaan membaca Al-Quran ini juga menjadi salah satu cara untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat muslim di Korea Selatan sambil mendengar lantunan ayat suci Al-Quran. Indah banget ya..

Tempat Ibadah

Masjid paling terkenal di Korea Selatan yaitu Seoul Central Mosque yang tadi udah disebutkan. Tapi sekarang ini udah mulai banyak masjid-masjid di Korea, seperti Masjid Ansan, Masjid Busan, Masjid Jeonju (Masjid Abu Bakar Seddiq), Masjid Faizan E-Madina Incheon, Masjid Rahman Jeju, Incheon Islamic Center, Masjid Al Huda Gumi, Al Mujahidin Mosque Incheon, dan masih banyak lagi.

Hampir sama seperti tradisi puasa di Indonesia, masjid-masjid di sana juga sering mengadakan acara buka puasa bersama, bagi-bagi takjil, mengaji, dan lain-lain.

Tradisi Buka Puasa Bersama

Sebelum pandemi Covid-19 menyerang, ketika bulan Ramadhan, Kementrian Luar Negeri Korea sering mengadakan makan malam ataupun buka puasa bersama dengan diplomat dan politisi terkemuka dari semua negara muslim. Ini menjadi salah satu tradisi bulan Ramadhan di Korea yang sering dilakukan.

KBRI Indonesia juga rutin mengadakan buka puasa bersama di hari Sabtu lho, dan menyediakan berbagai macam makanan khas Indonesia. Meski diadakan oleh KBRI, tapi masyarakat luar Indonesia juga boleh datang dan menikmati makanan Indonesia seperti gorengan, es cendol, kolak, dll.

Masyarakat Indonesia yang lagi di Korea bisa mengobati rindu menyantap makanan Indonesia deh. Semenjak Covid-19, beberapa aktivitas berubah sebagai langkah memutus penyebaran virus.

Berburu Kuliner Halal

Ketika memilih menu makanan untuk berbuka puasa atau sahur, bukan berarti masyarakat muslim di sana harus memasak sendiri karena takut gak bisa menemukan makana halal. Nah restoran halal di Korea Selatan semakin mudah dijumpai, jadi gak perlu khawatir deh kesulitan mencari kuliner halal.

Daegu, Gyeonggidi, dan Itaewon adalah beberapa kota besar yang menyediakan restoran halal. Itaewon menjadi salah satu kota di ibu kota Korea Selatan dengan penduduk muslim paling tinggi.

Di sana, makanan Korea seperti bibimbap ataupun kimchi dimasak menggunakan bahan dan cara halal sesuai dengan peraturan muslim. Selain kuliner Korea, restoran dari negara Asia Tenggara lain yang halal juga gak sulit ditemui.

Itulah 5 tradisi bulan puasa Ramadan di Korea Selatan, walaupun jumlah penduduk muslim di sana gak begitu banyak, tetapi tetap menyenangkan dan meriah serta memiliki toleransi cukup tinggi antar sesama.

- Advertisement -
lissa
lissa
Masa depan bukan hanya tempat yg kamu tuju, namun tempat yg kamu ciptakan melalui pikiran, niat, dan dilanjutkan tindakan nyata

Latest news

Related news

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here