Surga Mata air Jernih yang Tersembunyi di Klaten, Jawa Tengah

0
28437
views
Wanita cantik selfi di dalam air

K

abupaten Klaten Jawa Tengah dikenal sebagai tempat tujuan menikmati berenang yang menyegarkan di mata air.

Sekitar 191 mata air tercatat di kabupaten Klaten, tersebar di 17 kecamatan. Beberapa mata air, yaitu Umbul Ponggok, Cokro Tulung, Umbul Manten, Umbul Sigedang dan Umbul Kapilaler, telah menjadi tujuan wisata yang populer. Umbul adalah kata lokal untuk “musim semi”.

Pengunjung berenang di Umbul Manten


Air yang bersih, jernih dan menyegarkan dari mata air alam adalah daya tarik yang begitu besar bagi pengunjung, untuk merefresh diri dalam berbagai kegiatan yang memeras otak, Anda dapat bermain dengan ikan hingga mengambil foto selfi bawah laut. Umbul Ponggok, misalnya, adalah taman bermain yang relatif aman, seluas sekitar 50 x 20 meter persegi, dengan kedalaman mulai dari 1 hingga 2,5 meter.

“Rata-rata ada 1.000 pengunjung per hari selama hari kerja, tetapi pada akhir pekan kita dapat berharap hingga empat kali lipat,” kata kepala desa Punggok Junaedhi Mulyono pada hari Rabu.

Umbul Ponggok, yang terletak di Jl. Ponggok Raya, Desa Ponggok, Polanharjo, merupakan tempat favorit di Kabupaten Klaten. Mata air ini dikelola oleh perusahaan milik desa (BUMDes). Ini dilengkapi dengan fasilitas lebih dari mata air lain di daerah tersebut. Tim manajemen telah mendekorasi area tersebut dengan sepeda motor, sepeda vintage dan taman bawah air di bagian bawah mata air. Pengaturan ini dimaksudkan sebagai latar belakang untuk foto yang dapat dinikmati pengunjung setelah membayar biaya masuk sebesar Rp 35.000 (US $ 2,45).

Umbul Manten: Berenang di mata air alami hingga selfie bawah air

“Kita bisa menikmati sensasi berenang di antara ikan air tawar yang berwarna-warni. Bintik-bintik bawah laut juga menyenangkan, bagus untuk snorkeling dan mengambil foto bawah laut. Rasanya seperti scuba diving di Bunaken [destinasi selam yang populer di Sulawesi Utara].

Umbul Ponggok adalah mata air pertama di daerah tersebut untuk menjadi pusat rekreasi air yang dikelola secara komersial. Sebelum 2015, musim semi tidak pernah dianggap sebagai tujuan wisata. Keberhasilan Umbul Ponggok kemudian mengilhami desa-desa terdekat untuk mempromosikan mata air mereka.

Cukup mirip dengan Ponggok, Umbul Cokro Tulung juga menikmati sentuhan modern dan komersial. Selain memiliki mata air alami, Cokro Tulung juga menyediakan kolam renang untuk orang dewasa dan anak-anak, lengkap dengan taman bermain air dengan slide, pendaki, dan mainan naik. Beberapa mata air di desa lain, bagaimanapun, telah mempertahankan tampilan alami mereka. Salah satunya adalah Umbul Manten di Desa Janti, Polanharjo. Dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan rimbun, akar-akar mereka terjun jauh ke dalam air.

Foto prewedding seru di umbul Ponggok


“Ada sesuatu yang mistis tentang berenang di sini. Tempat itu tenang dibandingkan dengan Umbul Ponggok dan Cokro Tulung, yang sudah penuh sesak dengan pengunjung. Biaya masuk ke Umbul Manten juga lebih rendah.

Mata air lainnya yang tetap terlihat alami adalah Umbul Sigedang (alias Umbul Lanang, yang berarti musim semi jantan), dan Umbul Kapilaler (alias Umbul Wedok, atau pegas betina) yang berdekatan satu sama lain. Pengunjung kedua mata air tersebut merasa seolah-olah sedang mandi dengan air mineral karena kesegarannya. Ternyata kedua mata air tersebut memasok air ke perusahaan air mineral kemasan karena kandungan mineralnya yang luar biasa. Penduduk setempat masih minum air dari Umbul Kapilaler.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here